Red Stars Flag 100% Polyester, Bright Colors

Red Stars Flag 100% Polyester, Bright Colors

Kamis, 12 Agustus 2010

EARL SIXTEEN - Reggae Sound

Producer: Roy Cousins
Engineer: Ernest Hoo Kim, Crucial Bunny, Sylvan Morris, Professor, Buddy Davidson, Christopher Daley & Scientist
Vocals: Earl Sixteen
Backing Band: The Roots Radics
Bass: Robbie Shakespeare, Flabba Holt & Bagga Walker
Drums: Ben Bow, Style Scott, Sly Dunbar & Horsemouth Wallace
Guitar: Sowell, Chinna, Ranchie, Dwight Pickney & Bingy Bunny
Keyboards: Steelie Johnson, Winston Wright, Gladstone Anderson, Pablove Black, Robert Lynn & Ansel Collins
Horns: Tommy McCook & Bobby Ellis
Percussions: Scully Simms
Studios Recording: King Tubby's (Kingston, JA), Channel One (Kingston, JA), Harry J (Kingston, JA), Aquarius (Kingston, JA) & Federal (Kingston, JA)
-
Faixas:
-
01 - Songs For A Reason
02 - Crisis
03 - Rise In The Morning
04 - Sailing
05 - When Will I Get Pay
06 - Jah Is The Master
07 - Mighty One
08 - Inheritance
09 - Good People
10 - Regage Rock
11 - Ginal Out There
12 - Monday Morning
Anarchy Flag 100% Polyester, Bright Colors
Rasta Lion Flag 100% Polyester, Bright Colors
Rasta, atau Gerakan Rastafari, adalah sebuah gerakan agama baru yang mengakui Haile Selassie I, bekas kaisar Ethiopia, sebagai Raja diraja, Tuan dari segala Tuan dan Singa Yehuda sebagai Yah (nama Rastafari untuk Allah, yang merupakan bentuk singkat dari Yehovah yang ditemukan dalam Mazmur 68:4 dalam Alkitab versi Raja James), dan bagian dari Tritunggal Kudus. Nama Rastafari berasal dari Ras Täfäri, nama Haile Selassie I sebelum ia dinobatkan menjadi kaisar. Gerakan ini muncul di Jamaika di antara kaum kulit hitam kelas pekerja dan petani pada awal tahun 1930-an, yang berasal dari suatu penafsiran terhadap nubuat Alkitab, aspirasi sosial dan politik kulit hitam, dan ajaran nabi mereka, seorang penerbit dan organisator Jamaika kulit hitam, Marcus Garvey, yang visi politik dan budayanya ikut menolong menciptakan suatu pandangan dunia yang baru. Gerakan ini kadang-kadang disebut “Rastafarianisme”; namun hal ini dianggap tidak pantas dan menyinggung perasaan banyak kaum Rasta.

Gerakan Rastafari telah menyebar di berbagai tempat did unia, terutama melalui imigrasi dan minatnya dilahirkan oleh musik Nyahbinghi dan reggae —khususnya musik Bob Marley, yang dibaptiskan dengan nama Berhane Selassie (Cahaya Tritunggal) oleh Gereja Ortodoks Ethiopia sebelum ia meninggal, sebuah langkah yang juga diambil belakangan oleh jandanya, Rita. Pada tahun 2000, ada lebih dari satu juta Rastafari di seluruh dunia. Sekitar 5-10% dari penduduk Jamaika mengidentifikasikan dirinya sebagai Rastafari. Kebanyakan kaum Rastafari vegetarian atau hanya memakan jenis-jenis daging tertentu. Di AS ada banyak sekali restoran vegetarian Hindia Barat, yang menyediakan makanan Jamaika.


berkembang di antara penduduk yang sangat miskin, yang merasa bahwa masyarakat tidak mau menolong mereka kecuali membuat mereka menjadi lebih menderita. Kaum Rasta memandang diri mereka sebagai penggenap suatu visi tentang bagaimana orang Afrika harus hidup. Meerka merebut kembali apa yang mereka anggap sebagai kebudayaan yang telah dicuri dari mereka ketika dibawa di kapal-kapal budak ke Jamaika, tempat lahir gerakan ini.

Doktrin Rastafari sangat berbeda dengan norma-norma pikiran dunia barat modern. Hal ini disengaja oleh kaum Rasta sendiri. Berbeda dengan banyak kelompok keagamaan modern dan Kristen yang cenderung menekankan konformitas dengan “kekuasaan yang ada”, Rastafari sebaliknya menekankan kesetiaan kepada konsep mereka tentang “Sion” dan penolakan masyarakat modern (“Babel”). “Babel” dalam hal ini dianggap memberontak terhadap “Penguasa Dunia Sejati” (YAH) sejak zaman Nimrod.

“Cara hidup ini” tidak sekadar diberikan makna intelektual, atau “keyakinan” seperti yang biasa diistilahkan. Ini adalah masalah mengetahui atau menemukan identitas sejati diri sendiri. Mengikut dan menyembah YAH Rastafari berarti menemukan, menyebarkan dan “menempuh” jalan di mana orang telah dilahirkan dengan sebenarnya.

Agama ini sulit dikategorikan, karena Rastafari bukanlah suatu organisasi yang tersentralisasi. Masing-masing Rastafari mencari kebenaran untuk dirinya sendiri, sehingga akibatnya terdapat berbagai keyakinan yang masuk ke bawah payung besar bernama Rastafari.

Afrosentrisme













Secara sosial, Rastafari adalah suatu tanggapan terhadap penyangkalan rasialis terhadap orang-orang kulit hitam sebagaimana yang dialami di Jamaika, ketika pada tahun 1930-an orang-orang kulit hitam berada pada tingkat tatanan sosial paling bawah, sementara orang-orang kulit putih dan agama mereka (umumnya Kristen) berada di paling atas. Anjuran Marcus Garvey agar orang-orang kulit hitam bangga akan diri mereka dan warnisan mereka mengilhami kaum Rasta untuk memeluk segala sesuatu yang bersifat Afrika. Mereka mengajarkan bahwa mereka dicuci otak ketika berada dalam tawanan untuk menyangkal segala sesuatu yang berkaitan dengan kulit hitam dan Afrika. Mereka membalikkan citra rasialis mereka dan menganggapnya primitif dan langsung dari hutan dan malah merangkulnya — meskipun itu berlawanan — dan menjadikan konsep-konsep ini sebagai bagian dari budaya Afrika yang mereka anggap telah dicuri dari mereka ketika mereka dibawa dari Afrika di kapal-kapal budak. Dekat dengan alam dan dengan savana Afrika serta singa-singanya, di dalam roh, kalau bukan secara badani, adalah gagasan sentral mereka tentang budaya Afrika.